Kegiatan Penyaluran Dana Syariah

Kegiatan penyaluran dana syariah pada lembaga keuangan syariah harus tetap berpedoman pada prinsip kehati-hatian yang telah diatur oleh Bank Indonesia. Oleh karenanya, bank diwajibkan untuk menrliti secara seksama calon nasabah yang akan menerima dana atau pembiayaan yang dilakukan bank syariah dalam melaksanakan operasinya. Dalam menyalurkan dana pada nasabah, secara garis besar produk pembiayaan syariah terbagi ke dalam tiga kategori yang dibedakan berdasar tujuan penggunaan. Di antaranya:

  • Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk memiliki barang dilakukan dengan prinsip jual beli.
  • Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa.
  • Transaksi pembiayaan untuk usaha kerjasama yang ditujukan guna mendapatkan sekaligus barang dan jasa, dengan prinsip bagi hasil.

Pada bagian pertama dan kedua, tingkat keuntungan bank ditentukan di depan dan menjadi bagian harga atas barang atau jasa yang dijual. Produk-produk yang masuk ke dalam kategori ini adalah produk yang menggunakan prinsip jual beliĀ  serta produk yang menggunakan prinsip sewa. Sedangkan pada kategori ketiga, tingkat keuntungan bank ditentukan dari besarnya keuntungan usaha sesuai dengan prinsip bagi hasil yang berlaku, pada produk bagi hasil yang ditentukan oleh nisbah bagi hasil yang disepakati di muka. Produk yang termasuk kategori ini adalah musyarakah dan mudharabah. Untuk lebih jelas bisa dilihat di website berikut:

https://www.syariahbukopin.co.id/id/produk-dan-jasa/pendanaan/tabungan-ib-multiguna

Perbankan syariah menjalankan fungsi yang sama dengan perbankan konvensional yaitu sebagai lembaga intermediasi (penyaluran) dari nasabah pemilik dana (shahibul mal) dengan nasabah yang membutuhkan dana. Namun nasabah dana dalam bank syariah diperlakukan sebagai investor atau penitip dana. Dana tersebut kemudian disalurkan bank syariah kepada nasabah pembiayaan untuk berbagai keperluan, baik produktif maupun konsumtif. Dari pembiayaan tersebut, bank syariah akan memperoleh bagi hasil yang merupakan pendapatan bagi bank syariah. Pokok akan dikembalikan sepenuhnya kepada nasabah dana, sedangkan bagi hasil atau marjin akan dibagi hasilkan antara bank syariah dan nasabah dana, sesuai dengan nisbah yang sudah disepakati sebelumnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.